Oknum ASN Terlibat Bentrokan Minyak Ilegal , Seorang Aktivis Terluka

Oplus_131072

KritisBlora_Tengah malam ratusan orang berkumpul di sekitar resto Medang Kamulan Desa Tempuran. Ada kelompok pekerja sumur minyak Desa Plantungan dan gabungan organisasi masyarakat (ormas), LSM Kabupaten Blora, Jumat (1/5/2025).

Gerombolan tersebut tampak debat dan mengakibatkan suhu memanas taktala aliansi gabungan itu menuding adanya truk terparkir memuat minyak ilegal.

Dugaan praktik pengangkutan minyak mentah ilegal itu memicu insiden kekerasan dan dikabarkan salah satu anggota ormas alami kekerasan hingga dirawat di RSUD Blora.

Dalam peristiwa tersebut juga tampak aparatur sipil negara (ASN) bernama Ahmad Hanafi alias Pipin yang diduga terlibat dalam aksi intimidasi .

Selain itu juga beredar pula foto truk tangki non-perusahaan resmi yang mengangkut sekitar 8.000 liter minyak mentah. Muatan tersebut diduga berasal dari sumur tua di wilayah Plantungan.

“Kami datang untuk memastikan informasi. Setelah dicek, memang benar ada minyak mentah dalam jumlah besar yang diduga berasal dari Plantungan. Namun situasi memanas setelah saudara AH alias Pipin datang,” ujar Ketua OKK Ormas Grib Jaya Blora, Jarod.

Menurutnya, oknum ASN tersebut diduga mengerahkan sejumlah orang dan berupaya melindungi armada tangki beserta muatannya.

“Yang bersangkutan diduga melindungi tangki tersebut dan membawa keluar barang bukti dari TKP. Ini yang kami sesalkan,” tegas Jarod.

Ketegangan yang terjadi kemudian berujung pada kontak fisik. Akibatnya, salah satu anggota GRIB mengalami luka robek di bagian pelipis kiri dengan pendarahan aktif dan harus mendapatkan penanganan medis.

“Ada anggota kami yang terluka cukup serius di bagian kepala. Ini bentuk intimidasi yang tidak bisa dibenarkan,” tambahnya.

Jarod menegaskan, kehadiran pihaknya merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial. la menyatakan dukungan terhadap kebijakan pemerintah terkait swasembada energi, namun menolak keras praktik ilegal yang dinilai merugikan negara.

“Kami sepakat melaporkan ke Polda Jawa Tengah agar diproses secara hukum,” imbuhnya.

“Iya mas, sudah monitor kejadian tersebut. Tadi malam anggota Polsek Kota dan Satreskrim juga ke lokasi,” terang Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *