KritisBlora_ Bupati Blora, Jawa Tengah Arief Rohman memantau aktivitas jual beli hewan ternak di Pasar Pon Blora yang mengalami lonjakan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, sekaligus memastikan kesehatan hewan ternak yang dijual.
“Kami minta para pedagang agar tetap menjaga kesehatan hewan ternak dan memastikan sapi yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat serta layak untuk kurban,” ujarnya di sela-sela meninjau Pasar Pon Blora, baru-baru ini.
Ia berharap aktivitas perdagangan dapat terus meningkatkan kesejahteraan peternak dan pedagang lokal, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Selain memantau perdagangan dan kesehatan hewan, Arief juga menyerap aspirasi pedagang, salah satunya terkait kondisi lantai pasar yang dinilai licin sehingga Pemkab Blora diminta memprioritaskan pavingisasi agar hewan tidak terpeleset.
Petugas juga melakukan penyemprotan disinfektan terhadap kendaraan pengangkut sapi di Pasar Hewan Pasar Pon Blora untuk mencegah penyebaran penyakit menjelang Idul Adha.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan lalu lintas hewan ternak berjalan lancar serta mencegah penyebaran penyakit, sekaligus melihat peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat pada musim kurban.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati melihat langsung peningkatan transaksi sapi yang signifikan. Jika pada hari biasa penjualan berkisar 300 ekor, maka menjelang Idul Adha meningkat menjadi 600–800 ekor.
Menurutnya, tingginya permintaan hewan kurban memberikan dampak positif bagi peternak dan pedagang sapi di Blora.
Perputaran Uang Jual Beli Hewan TernakJenis sapi yang paling banyak diperjualbelikan di Pasar Pon Blora antara lain Limousin, Simental, dan Peranakan Ongole (PO). Dengan harga rata-rata sekitar Rp15 juta per ekor, perputaran uang diperkirakan mencapai Rp9 miliar hingga Rp12 miliar per pasaran.
Salah satu peternak sapi asal Kunduran, Jiranto, mengatakan harga sapi menjelang Idul Adha mengalami kenaikan sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta per ekor dibanding hari biasa.“Beda sekali kalau menjelang kurban seperti sekarang. Selisih harganya lumayan,” ujarnya.
Menurut dia, tingginya permintaan membuat sapi yang dibawa ke pasar relatif cepat terjual.“Tadi bawa enam ekor sapi, Alhamdulillah tinggal satu ekor. Dari rumah langsung dibawa ke pasar,” ujarnya.
Ia menambahkan, penjualan sapi menjelang Idul Adha tahun ini cukup menggembirakan karena dalam sehari bisa menjual hingga enam ekor dengan omzet sekitar Rp31 juta.
Ia menjelaskan, sapi dari Pasar Pon Blora dipasarkan ke berbagai daerah di Pulau Jawa, mulai Cirebon di Jawa Barat, Boyolali, Grobogan, Pati, dan Blora di Jawa Tengah, hingga Bojonegoro, Lamongan, Tuban, Ngawi, dan Lumajang di Jawa Timur.