BLORA,KritisBlora_ Musim kemarau memang menantang. Tapi Perumda Air Minum Tirta Amerta Kabupaten Blora tidak tinggal diam. Demi memastikan keran di rumah warga tetap menetes, PDAM mengambil langkah strategis: mulai dari penggiliran distribusi, menambah layanan dropping air bersih, hingga menyiapkan sumber air baku baru untuk jangka panjang.
Kebijakan ini ditempuh setelah debit air baku di beberapa titik mulai anjlok dan mengganggu pasokan ke sebagian pelanggan.
Direktur PDAM Tirta Amerta Kabupaten Blora, Yan Riya Pramono, mengatakan penurunan debit tahun ini cukup terasa.
“Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kemampuan produksi dan distribusi air bersih kepada pelanggan,” ujarnya.
Dari 18 Jam Jadi 4 Jam, Tapi Tetap Diupayakan Merata
Menurut Yan, pasokan air baku yang biasanya mengalir sekitar 18 jam per hari, kini menyusut menjadi hanya sekitar 4 jam per hari.
Penurunan paling terasa terjadi di Instalasi Pengolahan Air / IPA Ngampel. Akibatnya, suplai air ke sejumlah wilayah layanan ikut terdampak.
“Debit air baku turun cukup drastis, dari sekitar 18 jam menjadi hanya 4 jam sehari. Dampaknya distribusi air ke pelanggan, khususnya wilayah Desa Tutup dan Jalan Gatot Subroto, menjadi terganggu. Sementara wilayah lainnya untuk sementara masih relatif aman,” kata Yan, Selasa (21/7/2026).
Solusi Hangat untuk Warga: Giliran & Mobil Tangki
Agar tidak ada wilayah yang benar-benar kekeringan, PDAM menerapkan sistem penggiliran distribusi. Tujuannya sederhana: semua pelanggan tetap kebagian air.
Sebagai bentuk kepedulian lebih, PDAM juga memperkuat layanan dropping air bersih menggunakan mobil tangki.
“Saat ini kami memiliki dua truk tangki air. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, kami juga membeli pasokan air tangki dari pihak luar sebagai tambahan,” ujarnya.
Bagi warga yang membutuhkan, cukup ajukan surat permohonan ke PDAM. Nanti tim akan menjadwalkan dropping air langsung ke rumah.
Menyiapkan Masa Depan Air Blora yang Lebih Aman
Tidak berhenti di solusi darurat, PDAM juga menyiapkan program jangka menengah dan panjang agar Blora tidak lagi khawatir saat kemarau datang.
Program itu antara lain:
1. Optimalisasi SPAM Cepu kapasitas 100 liter/detik, ditarget 2028
2. Pembangunan SPAM Regional Randugunting kapasitas 100 liter/detik
3. Pembangunan SPAM Karangnongko dengan kapasitas yang sama
“Pengembangan infrastruktur ini diharapkan mampu memenuhi kualitas dan kuantitas pelayanan air bersih kepada pelanggan,” jelas Yan.
Menutup keterangannya, Yan menitip pesan manis untuk seluruh pelanggan.
“Kami mohon kepada pelanggan untuk berhemat dalam penggunaan air. Kami berterima kasih atas kesetiaan pelanggan dan mohon maaf atas pelayanan kami yang belum maksimal,” pungkasnya.