Kritisblora_ Kabupaten Blora kembali menorehkan prestasi di sektor peternakan. Warga Desa Gunungan, Kecamatan Todanan kini sukses membudidayakan ayam broiler. Sebanyak 17 kandang ayam broiler telah beroperasi dan setiap warga memiliki 1 sampai 2 kandang.
Setiap kandang diisi bibit ayam sebanyak 8 ribu sampai 10 ribu ekor. Dengan jumlah tersebut, potensi produksi di Desa Gunungan bisa mencapai 136 ribu – 170 ribu ekor per periode.
Keberadaan kandang-kandang ini tidak hanya mendongkrak produksi daging ayam, tapi juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar.
Buka Lapangan Kerja untuk Warga Desa
Muhammad Aji Supratomo mengapresiasi kehadiran peternakan ayam di desanya.
“Adanya kandang ayam membuka lapangan pekerjaan bagi warga Desa Gunungan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora,” katanya.
Menurutnya, dengan banyaknya kandang yang beroperasi, warga punya alternatif mata pencaharian baru. Mulai dari pekerja kandang, pengangkut pakan, hingga tenaga pendukung lainnya.
Panen 1,5 Bulan, Setor ke PT dengan Sistem Kontrak
Siklus budidaya ayam broiler di Blora tergolong cepat. Dalam waktu 1 bulan setengah ayam sudah siap panen. Setelah panen, hasil produksi langsung disetor ke perusahaan mitra / PT melalui sistem kontrak.
Sistem kemitraan ini dinilai menguntungkan karena kepastian harga dan pasar sudah jelas. Peternak tidak perlu bingung menjual hasil panennya.
“Ini juga mendorong ketahanan pangan nasional. Produksi daging ayam dari Blora ikut berkontribusi memenuhi kebutuhan masyarakat luas,” tambah Aji.
Keberhasilan warga Desa Gunungan ini menjadi bukti bahwa Blora memiliki potensi besar di sektor peternakan ayam broiler dan mampu menggerakkan ekonomi desa secara nyata.